Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/alhamidz/public_html/lib/smarty/Smarty_Compiler.class.php on line 270


Kami membutuhkan dukungan dari seluruh Masyarakat Indonesia agar dapat memberantas kesesatan syiah


English French German Spain Italian Dutch ArabicChinese SimplifiedJapaneseKoreanRussianPortuguese

Choose the language you want.

Dialog Sayyidina Hasan ra dengan seorang Yahudi

 

 

Dialog Sayyidina Hasan ra

dengan seorang Yahudi

 

 

        Pada suatu hari Sayyidina Hasan ra setelah mandi dan berpakaian rapi beliau keluar dari rumahnya. Dijalan beliau bertemu dengan seorang Yahudi yang berpakaian compang camping karena keadaannya memang tidak punya.

         Melihat Sayyidina Hasan ra berpakaian bagus dan rapi serta kelihatan tampan sekali, Yahudi tersebut segera menyapa dan berkata;

         Saya akan bertanya kepadamu hai putra Rosululloh.

         Mendengar kata-kata Yahudi itu, Sayyidina Hasan ra berkata:          

         Mau tanya apa?.

          Kemudian Yahudi itu berkata :

         Datukmu pernah berkataDunia ini penjaranya orang Mu’min dan Surganya orang Kafir”.

         Saya orang Kafir dan kau orang Mu’min. Dan yang saya lihat sekarang ini Dunia ini seperti Surga bagimu, dan kamu menikmatinya. Tapi bagiku saya melihatnya seperti penjara. Sebab saya dalam kesusahan dan kemiskinan.

 

         Sayyidina Hasan ra segera menjawab;

         Wahai pak tua, andaikata kamu tahu apa yang dijanjikan oleh Alloh bagiku nanti di Akhirat, yaitu berupa nikmat yang tidak ternilai, maka kamu akan tahu bahwa keadaanku sekarang dibanding nanti, seperti di penjara. Begitu pula apabila kamu tahu apa yang dijanjikan olh Alloh bagimu nanti di Akhirat, yaitu berupa siksa yang sangat pedih, maka kamu akan tahu bahwa keadaanmu sekarang dibanding nanti, seperti di Surga.

         Mendengar jawaban tersebut Yahudi itu segera berlalu.

 

         Demikian kisah dialog antara Sayyidina Hasan ra dengan seorang Yahudi.

   

 

 

 
 
Hati-hati terhadap aliran yang menyesatkan seperti syiah yang mengaku mencintai Ahlul Bait.